Literasi Pondok Cikedokan - Bekerja Bagaikan Bambu

Agroekologi Mempesona: Inspirasi Kearifan Lokal di Tengah Pandemi COVID-19

Pendahuluan

Buku “Antologi Agroekologi Mempesona” karya Nissa Wargadipura menawarkan perspektif yang menarik tentang bagaimana pendekatan agroekologi dapat memberikan solusi nyata dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19. Dalam buku ini, Pesantren Ekologi Ath Thaariq menjadi contoh nyata bagaimana komunitas dapat memanfaatkan sumber daya lokal untuk menciptakan keberlanjutan ekologi, sosial, dan ekonomi.

Misi Manusia dan Agroekologi

Nissa memulai dengan menggarisbawahi peran manusia di bumi sebagaimana diamanahkan dalam QS. al-Qashash [28]: 77, yaitu untuk menjaga harmoni antara misi spiritual, material, sosial, dan ekologi. Pesantren Ekologi Ath Thaariq mengimplementasikan visi ini melalui pengajaran berbasis “Sistem Agroekologi”, yang melibatkan generasi muda dalam pelestarian “Benih Warisan” sebagai sumber keanekaragaman hayati yang berharga.

Cerita di Balik Pandemi

Buku ini juga mengisahkan bagaimana pesantren bertahan di masa pandemi dengan memanfaatkan agroekologi. Berbagai tanaman seperti Markisa Merah dan Kuning menjadi simbol keberlimpahan alam yang dirawat dengan cinta dan dedikasi. Nissa menggambarkan pengalaman ini sebagai bentuk revolusi sederhana yang berakar pada pemahaman mendalam tentang ekosistem.

Agroekologi Mempesona
Markisa Merah dan Kuning. Keanekaragaman terus dilestarikan di Pesantren Agroekologi.
Foto: Nissa Wargadipura

Tantangan dan Keberanian Petani

Buku ini juga mengupas tantangan yang dihadapi petani lokal, termasuk dominasi pasar benih multinasional yang kerap membatasi ruang gerak mereka. Namun, melalui keterampilan turun-temurun dalam menyimpan benih, Pesantren Ekologi Ath Thaariq menunjukkan bahwa keberanian dan dedikasi dapat menjaga keberlanjutan pertanian lokal.

Solusi Inovatif di Tengah Krisis

Salah satu contoh inovatif yang diangkat adalah produksi tas ecoprint dari daun lokal, yang menjadi solusi kreatif selama pandemi. Aktivitas ini tidak hanya mendukung keberlanjutan tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi komunitas. Selain itu, pemanfaatan tanaman herbal seperti Telang Ungu dan Sorgum sebagai bahan pangan dan imun booster juga menjadi sorotan.

Agroekologi Mempesona
Ecoprint Daun Jati, Daun Komak dan Daun Pakistan
Foto: Nissa Wargadipura

Kesimpulan

Antologi Agroekologi Mempesona” adalah panggilan bagi kita semua untuk kembali ke akar keberlanjutan. Buku ini tidak hanya memberikan inspirasi untuk memanfaatkan sumber daya lokal, tetapi juga menggugah kesadaran kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam dunia yang semakin modern, agroekologi adalah jembatan untuk menciptakan masa depan yang lebih harmonis.

Bagikan

1 thought on “Agroekologi Mempesona: Inspirasi Kearifan Lokal di Tengah Pandemi COVID-19”

Leave a Comment

Translate »